Sabtu, 12 Maret 2011

lisong

dimana aku, sebatang lisong menggerogoti paruparumu
dan aku yang di lahirkan sebagai pengkretek bukan perokok
di negriku!
tidak kau anggap, sebagain darimu menghisap temantemanmu
dan akulah sang pengkretek bukan perokok. Sebagaian besar darimu adalah hakku
diantara ratapan harap yang curam namun sunyi di telingamu
oh, para tuan, dimana janjimu yang terlihat setia
dan aku si pilu yang asyik dengan sebatang kretek lisong, tak mau lagi menerimamu sebagai teman hidupmu

Sabtu, 12 Februari 2011

mawar senja

01/08/2011, 11.42
Mawar kini kau tak seharum dahulu, daunmu, tagkai penopangmu layu sudah,
Kau yang dulu banyak digemari para lelaki, sekarang tak ada lagi
Senjamu di sambut oleh penopang tongkat dan ranjangmu
Banyak orang di sekelilingmu, bukan penggemar,pecinta, nemun mendendangkan doa pengantar senjamu
Warna warni kehidupanmu tak secermerlang dahulu, namun redup dan petanglah sudah
Selamat tinggal mawar, kini hidupmu petang tak ada yang mempu melihat, menerawang ada atau tidak kehidupan setelah matimu

pembebas

Di mana para pembebasan
Terkukus layu di hamparan mata telanjang, menahan aroma kencing para tuan
Kau.. duduk termangu di tengah gerombolan aungan singa
Suaranya mengea di dinding tata rias salon
Menjadi santapan segar tak terlupakan
Sekelumat ku jilat aroma anyir di muka polos
Tangisanmu adalah penambah nafsuku
Permohonan ampunanmu hanyalah kenangan senjamu
Hanya agar kau tenang.. tenang dan diam !! ssetelah itu aku telan
Di mana pahlawan pembebasanmu
Dia hanyalah suara gundahnya aduh, yang mampu ku tepis dengan sayap kekuasaan
Para seniman sedang sibuk melukis bentuk tubuh eksotis para penari telanjang
Karna tawaran kebutuhan, bukan perlawanan
Dimana, aku menunggu pembebasanmu